Halaman

Sahabatku,tidak selalu orang yang diberi kesuksesan,kekayaan,kekuasaan,popularitas, kecantikan itu tanda ALLAH memuliakan merka,boleh jadi itu "istidraz" kesenangn sesaat yg membawa musibah panjang diakhirat kelak,dimana sbaliknya,kmiskinan,penyakit,cacat,pnderitaan,penin
dasan,ALLAH menghinakn merka,boleh jadi itu ujianNYA,ampunanNYA,derazat... disisiNYA, "susah sesaat didunia lalu bahagia selamanya di akhirat (QS al Fajr 15-16),SUBHANALLAH.

Sabtu, 17 Maret 2012

Cara Kerja Barcode

Cara Kerja Barcode Pada Supermarket

Ke supermarket atau ke mall bagi kebanyakan orang sudah merupakan hiburan, bukan sekadar membeli kebutuhan. Di antara kesempatan “cuci mata” itu dan saat berada di antrian kasir, pernahkah terbersit pertanyaan bagaimana alat pembaca barcode harga barang bekerja?Apabila kita perhatikan pada sebagian besar barang yang ada di pasar-pasar swalayan. Juga di sampul belakang buku atau kartu identitas tertentu. Inilah yang disebut kode garis. Kode garis atau barcode (baca bar kod) ternyata ada di sekeliling kita!

Barcode merupakan instrumen yang bekerja berdasarkan asas kerja digital, maka kita yang menyukai dunia komputer pasti tertarik memahami cara kerjanya. Kode baris atau barcode ini terdiri dari deretan-deretan garis hitam tebal dan tipis berselang-seling, dengan huruf atau deretan angka di bawahnya.

Pada konsep digital, hanya ada dua sinyal data yang dikenal dan bersifat boolean, yaitu 0 atau 1. Ada arus listrik atau tidak ada (dengan besaran tegangan tertentu, misalnya 5 Volt dan 0 Volt). Barcode menerapkannya pada batang-batang baris kodenya yang terdiri dari warna hitam dan putih. Warna hitam mewakili bilangan 0 dan warna putih mewakili bilangan 1. Mengapa demikian? Karena warna hitam akan menyerap cahaya yang dipancarkan oleh alat pembaca barcode, sedangkan warna putih akan memantulkan balik cahaya tersebut.

Sistem yang sering dipakai adalah pengkodean biner. Tiap garis mewakili angka 1 dan sela kosong berarti 0. American Standard Code for Information Interchange (ASCII) atau Kode Standar Amerika untuk Pertukaran Informasi menyusun daftar kode biner tujuh digit untuk membuka kode garis.

Setiap kode garis memiliki ruangan untuk 113 baris. Karena memakai kode biner tujuh digit, satu kelompok tujuh garis (sela kosongnya juga dihitung) mewakili satu angka.
Selain melambangkan angka, ada pula kode garis yang melambangkan huruf dan karakter khusus, seperti $, + dan sebagainya.

Selanjutnya, masing-masing batang pada barcode memiliki ketebalan yang berbeda. Ketebalan inilah yang akan diterjemahkan pada suatu nilai. Mengapa demikian? Karena ketebalan batang barcode menentukan waktu lintasan bagi titik sinar pembaca yang dipancarkan oleh alat pembaca.

Kode garis atau barcode dapat memberi informasi tentang suatu barang dengan lebih cepat dan akurat, karena informasi ini di-simpan dalam komputer. Cara menyimpan dan membongkar informasi ini dengan menggunakan scanner (pelarik). Pelarik inilah yang membaca kode garis pada suatu barang. Kode garis itu lalu dikirim ke komputer oleh pabrik. Komputer membacanya dan mengubah maknanya agar dapat dibaca oleh kita. Tentu saja dengan cepat dan akurat!

Adapun kegunaan kode baris antara lain adalah:

1. Untuk mengelompokkan, menandai atau mengidentifikasi barang, buku atau kartu dengan lebih mudah. Pabrik menggunakannya untuk memudahkan penjualan dan penyimpanan barang. Kalau di perpustakaan, kode garis digunakan untuk memudahkan pustakawan memperoleh informasi mengenai status suatu buku, sedang dipinjam atau tidak, siapa yang meminjam dan sebagainya dengan cepat dan akurat. Identitas pemilik kartu anggota perpustakaan yang memiliki kode garis, misalnya lebih cepat diketahui dan memudahkan proses peminjaman dan pengembalian buku.

2. Untuk mengetahui harga barang. Pasar-pasar swalayan menggunakannya untuk mengetahui harga suatu barang dengan lebih cepat dan benar.

3. Untuk mengetahui tempat asal barang. Angka tertentu yang tertera pada kode garis mewakili negara dan pabrik asal barang.

4. Untuk mempercepat pengecekan barang. Pabrik akan dengan cepat mengetaui informasi tentang suatu barang dari pasar swalayan. Berapa jumlah barang yang terjual, misalnya.

5. Untuk mengurangi kesalahan pengetikan. Kesalahan pengetikan harga barang, jenis barang, asal barang dan data-data lainnya dapat dihindari jika menggunakan garis.

Awal Sejarah Dari Barcode
Pernahkah anda melihat gambar di atas?
Gambar di atas adalah salah satu contoh barcode.
Saya yakin hampir sebagian besar dari anda pernah melihatnya. Namun tahukah anda apa arti dari gambar di atas? bagaimana asal mula hingga tercipta kode seperti itu?
Berikut ini penjelasan singkatnya.

Awal Mula Barcode

Pada tahun 1949, seorang mahasiswa muda bergulat dengan konsep secara otomatis menangkap informasi tentang suatu produk. Dia percaya bahwa titik-titik dan garis kode Morse akan menjadi model simbol yang baik, tetapi ia tidak tahu cara menggunakan pola yang mudah itu untuk memecahkan masalahnya. Kemudian, suatu hari saat ia santai di pantai, ia santai menggambar titik dan garis di pasir. Seperti jari-jarinya memanjang dengan strip ia melihat hasilnya dan berkata, “Hei, aku sudah mendapatkannya.”
Tiga tahun kemudian bahwa mahasiswa pascasarjana Joseph Woodland dan rekannya menerima paten pada apa yang dimulai dengan garis di pasir, dan barcode linier lahir. Banyak mengejutkan penemu Namun, itu tidak mendapatkan secara komersial cepat. Lima belas tahun telah berlalu sebelum penggunaan komersial pertama barcode. Namun tetap saja bukan menggunakan yang sukses.

Pada tes awal, barcode ditempatkan di sisi gerbong barang kereta api. Saat gerbong meluncur melewati jalur scanner, dengan maksud untuk diidentifikasi dan ditentukan, kota tujuan serta muatannya. Sistem ini gagal, namun, perlu diketahui bahwa saat itu gerbong barang terpental ketika mereka melewati scanner. Akibatnya, akurasi scanner menjadi lemah.

Teknologi Dari Sebuah Bar Code

Sebuah barcode linear merupakan kode biner (1s dan 0s). Garis-garis dan spasi dari ketebalan yang beragam dan dicetak dalam berbagai kombinasi. Untuk dipindai, harus ada pencetakan akurat dan kontras yang cukup antara bar dan spasi. Scanners menggunakan berbagai teknologi untuk “membaca” kode. Dua alat yang paling umum adalah laser dan kamera. Contoh Scanner yang sudah umum, seperti scanner dikebanyakan kasir supermarket, atau scanner genggam, sering digunakan untuk mengambil persediaan.
Harus ada (namun pada umumnya tidak), sebuah perbedaan yang ditarik di antara kode, yang merupakan struktur untuk penyampaian data, dan simbol, kode yang mampu dibaca dan direpresentasikan oleh mesin. Kode itu adalah teks, yang dapat diterjemahkan ke dalam bermacam bahasa - Inggris, Perancis, Jepang, dan simbol lain.

Meskipun awalnya menguntungkan perusahaan, bar code telah menjadi kesuksesan yang luar biasa, pekerja keras dalam banyak dan beragam aplikasi. Salah satu barcode pertama sukses adalah, Code 39 yang dikembangkan oleh Dr David Allais, banyak digunakan dalam aplikasi logistik dan pertahanan. Kode 39 ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun kurang canggih dari beberapa bar code yang lebih baru. Kode 128 dan disisipkan diantara 2 dari 5 adalah kode-kode lain yang mencapai beberapa keberhasilan di ceruk pasar.

Bar code sekarang di mana-mana

Hari ini, bar code sudah ada di mana-mana. Perusahaan persewaan mobil melacak armada mereka dengan cara kode bar pada bumper mobil. Maskapai penerbangan melacak bagasi penumpang, untuk mengurangi kemungkinan kerugian (percaya atau tidak). Para peneliti telah menempatkan bar code kecil di berberapa lebah untuk melacak kebiasaan kimpoi serangga tersebut. NASA bergantung pada bar code untuk memantau ribuan heat tiles yang perlu diganti setelah setiap perjalanan pesawat ruang angkasa, dan aliran limbah nuklir yang dilacak dengan sistem bar-code untuk inventory.


Bar code bahkan muncul pada manusia! sebuah desainer Fashion memberi cap bar code pada model mereka untuk membantu koordinasi sebelum fashion show. (Kode itu menyimpan informasi tentang setiap model pakaian apa harus dipaka dan ketika mereka akan tampil di atas catwalk) Di akhir 1990-an. Di Tokyo, ada sebuah trend tato temporer berbentuk bar code yang dipakai gadis-gadis SMA.

Kode Produk Universal(Universal Product Code/UPC)

Penggunaan paling dikenal dan paling luas bar code adalah di produk konsumen. Universal Product Code, atau UPC, sangat unik karena komunitas pengguna mengembangkannya. Sebagian besar inovasi teknologi yang pertama kali ditemukan dan kemudian kebutuhan atas penemuan itu ditemukan. UPC. adalah jawaban terhadap kebutuhan bisnis, pertama kali diidentifikasi oleh industri grosir Amerika Serikat pada awal tahun 1970.

Kepercayaan bahwa mengotomatisasi proses checkout belanjaan dapat mengurangi biaya tenaga kerja, meningkatkan inventory control, mempercepat proses, dan meningkatkan layanan pelanggan, maka asosiasi enam industri, yang mewakili produsen produk dan supermarket, menciptakan komite industri pemimpin industri secara luas. Upaya mereka
selama dua tahun menghasilkan aturan untuk Kode Produk Universal dan simbol UPC barcode pada tanggal 1 April 1973. UPC. Muncul pertama secara komersial pada produk permen karet Wrigley yang dijual di Supermarket Marsh di Troy, Ohio pada bulan Juni 1974. Penelitian ekonomi yang dilakukan untuk komite industri kelontong memproyeksikan sekitar lebih dari 40 juta Dollar dapat dihemat dari industri sebagai efek dari sistem scanner ini pada pertengahan 1970-an. Banyak yang menduga bahwa Angka-angka tersebut tidak akan dapat dicapai dalam kerangka waktu itu dan ada pula yang meramalkan akan kematian sistem barcode scanning. Sebuah ironi karena pemakaian barcode memerlukan pula sebuah scanner berharga mahal ketika pihak pengecer saat itu sedang menghadapi massa krisis, sementara di pihak produsen mulai mengadopsi label barcode secara menyeluruh.

Dampak Ekonomi UPC

Saat scanner barcode mulai menyebar, target proyeksi untuk 40 juta Dollar mulai terlihat sangat mudah. Analisis 1999 oleh Price Waterhouse Coopers memperkirakan UPC dapat menghemat sekitar 17 MIlyar Dollar untuk industri bahan makanan setiap tahun.
Bahkan lebih mencengangkan, Sebuah studi menyimpulkan bahwa pihak masih industri belum dapta mengambil keuntungan dari miliaran dolar penghematan potensial yang dapat diperoleh dari memaksimalkan penggunaan UPC.

Juara Terbesar - Sebagai salah satu yang diharapkan, mengingat sifat kompetitif pasar yang terlibat - adalah konsumen, sejak scanner UPC menghasilkan efisiensi dan peningkatan produktivitas yang menyebabkan biaya lebih rendah dan / atau layanan pelanggan yang lebih besar.

Namun ironisnya, konsumen pendukung yang mulai menolak inovasi dan mencoba membendung keberhasilan scanner tersebut dengan bersikeras menekankan kepada pengecer untuk mengorbankan penghematan biaya substansial dengan terus melakukan pelabelan harga secara individual.

Sementara bangkitnya bar coding memberikan manfaat pada produsen dan pengecer, adalah pengecer yang diuntungkan paling banyak dari teknologi ini. Selain dapat menghemat tenaga kerja, pengecer sekarang memiliki akses ke data rinci pergerakan produk, yang mereka ubah menjadi sumber pendapatan baru dengan menjual data kepada pemasok mereka.

Tingkat Pemakaian Pada Dewasa Ini

Para pengembang U.P.C. percaya bahwa akan ada lebih kurang dari 10 ribu perusahaan, dari hampir semua industri grosir Amerika Serikat, yang menggunakan UPC saat ini, ada lebih dari satu juta perusahaan di lebih dari 100 negara di lebih dari dua puluh sektor industri yang berbeda menikmati manfaat dari scanner ini, berkat UPC, simbol UPC ini telah tersebar di mana-mana di lingkungan ritel. Kode ini juga dapat ditemukan dalam industri yang beragam seperti konstruksi, utilitas, dan kosmetik. Saat ini, U.P.C. juga menyebar ke rantai suplai untuk digunakan oleh para pemasok bahan baku.

Pada awal abad kedua puluh satu, Uniform Code Council, Inc, administrator dari UPC, bisa mengatakan dengan yakin bahwa simbol UPC sedang discan lebih dari lima miliar kali dalam sehari.

Namun, sebuah inovasi akan selalu dinamis. Bar code linier terus berkembang. Saat ini, ada bar code dua dimensi misalnya, PDF 417 dan MaxiCode yang mampu menggabungkan simbol Alamat Gettysburg dalam satu-seperempat inci persegi. RSS dan simbol gabungan akan memungkinkan identifikasi item bar code yang sangat kecil seperti satu biji pil atau satu buah stroberi.

Pemakaian Di Masa Datang

Masa depan otomatisasi identifikasi, sangat mungkin dapat diterapkan dalam frekuensi radio (RFID). Pemancar mungil yang tertanam dalam sebuah item tidak memerlukan kontak langsung ke scanner, atau bahkan akan mengalami degradasi oleh cahaya. Saat ini telah digunakan di toko-toko ritel untuk membantu mencegah pengutilan dan di jalan tol untuk mempercepat lalu lintas, pencegahan utama untuk penggunaan lebih luas dari RFID telah menjadi biaya yang dibutuhkan dari chip silikon. Saat ini, chip seukuran uang koin lima sen sudah mendekati kenyataan. Jika biaya dapat dikurangi hingga kurang dari satu persen per chip, di masa depan kotak sereal sarapan Anda akan menjadi sebuah pemancar radio.

Source : http://www.indonesiaindonesia.com/f/93986-cara-kerja-barcode/

Interaksi Manusia dan Komputer

Mengapa membutuhkan Interaksi Manusia dan Komputer ?
Sebagai contoh:
Seorang Programmer membuat sebuah program dengan menggunakan beberapa form. Form pertama misalnya berisi transaksi penjualan barang, kemudian dia membuat beberapa tombol dengan nama New, Save, Edit, Delete. Kemudian pada form kedua misalnya berisi transaksi pembelian barang, programmer tersebut membuat beberapa tombol dengan nama Baru, Simpan, Koreksi, Hapus.
Dari contoh diatas terlihat bahwa penamaan tombol-tombol tersebut pada beberapa form berbeda dan tidak konsisten. Dan untuk sebuah program hal ini tidaklah baik.
Sebagai contoh lagi, misalkan sebuah komputer lengkap dipasang pada sebuah tempat yang tidak nyaman bagi seorang user yang menggunakan. Atau keyboard yang digunakan pada komputer tersebut tombol-tombolnya keras sehingga susah untuk mengetik sesuatu.

Contoh-contoh diatas merupakan beberapa hal mengapa kita membutuhkan mempelajari mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer. Masih banyak contoh-contoh lainnya yang berhubungan dengan Interaksi Manusia dan Komputer
Pengertian Interaksi Manusia dan Komputer
Bidang Ilmu Interaksi Manusia dan Komputer adalah:
”Ilmu yang mempelajari bagaimana mendesain, mengevaluasi dan mengimplementasikan sistem komputer yang interaktif sehingga dapat digunakan oleh manusia dengan mudah”
Definisi Interaksi Manusia dan Komputer:
”Sebuah hubungan antara manusia dan komputer yang mempunyai karakteristik tertentu untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan menjalankan sebuah sistem yang menggunakan antarmuka (interface)”
Definisi Antarmuka Manusia dan Komputer:
”Media yang memungkinkan manusia berinteraksi dengan komputer untuk memberikan suatu perintah kepada komputer”.
Didalam sebuah program aplikasi terbagi menjadi 2 bagian:
  1. Bagian Antarmuka –> Berupa tampilan untuk pemasukan data (input) dan untuk keluaran data (Output)
  2. Bagian Aplikasi –> bagian yang berfungsi untuk menghasilkan informasi berdasar olahan data yang sudah dimasukkan oleh pengguna lewat algoritma yang diisyaratkan oleh aplikasi tersebut.
Media antarmuka manusia dan komputer sendiri terbagi menjadi 2 macam, yaitu:
  1. Media Tekstual
Adalah ”bentuk sederhana dialog atau komunikasi antara manusia dan komputer yang hanya berisi teks dan kurang menarik”
Salah satu contoh antarmuka manusia dan komputer berbentuk teks yang menggunakan bahasa pemrograman PASCAL adalah readln dan writeln. Statement readln akan menunggu pemasukan data yang diminta oleh komputer sedangkan statemen writeln digunakan sebagai sarana untuk menampilkan hasil yang telah diproses oleh komputer.
Berikut contoh listing program menggunakan PASCAL:
Contoh Program Pascal
Contoh Program Pascal
OUTPUT :

  • Contoh Output Program Pascal
    • Contoh Output Program Pascal
  • 2. Media GUI (Graphical User Interface)
  • Adalah ”bentuk dialog atau komunikasi antara manusia dan komputer yang berbentuk grafis dan sangat atraktif”
    Contoh antarmuka manusia dan komputer yang berbentuk grafis menggunakan pemrograman visual (Visual Basic, Visual Foxpro, Delphi dan lain-lain)
    Contoh GUI
    Contoh GUI
    BIDANG STUDI
    Untuk membuat media interaksi manusia dan komputer yang lebih baik maka harus mempelajari dan memahami bidang ilmu lain:
    A. Teknik Elektronika dan Ilmu Komputer
    Berbicara tentang komputer khususnya dari sisi perangkat keras, pastilah tidak lepas dari pembicaraan tentang teknik elektronika, karena dalam bidang inilah kita dapat mempelajari banyak sekali aspek yang berhubungan dengan perangkat keras komputer. Selain dari sisi perangkat keras, kita juga perlu membekali diri dengan keahlian dari sisi perangkat lunak, sehingga kita mampu mengimplementasikan hasil rancangan ke dalam program aplikasi. Dengan kata lain, bidang ini memberikan kita semacam kerangka kerja yang memungkinkan kita untuk merancang sistem interaksi manusia-komputer.
    B. Psikologi
    Memahami bagaimana pengguna dapat menggunakan sifat dan kebiasaan baiknya agar dapat menjodohkan mesin dengan manusia sehingga dapat bekerjasama.
    C. Perancangan grafis dan tipografi
    Memanfaatkan gambar sebagai sarana dialog yang cukup efektif antara manusia dan komputer.
    D. Ergonomik
    Berhubungan dengan aspek fisik untuk mendapatkan lingkungan kerja yang nyaman ketika berinteraksi dengan komputer
    E. Antropologi
    Pandangan mendalam tentang cara kerja berkelompok yang masing-masing anggotanya diharapkan memberikan kontribusi teknologi pengetahuan sesuai dengan bidangnya masing-masing
    F. Linguistik
    Bahasa merupakan sarana komunikasi yang akan mengarahkan pengguna ketika ia berinteraksi dengan komputer.
    G. Sosiologi
    Berkaitan dengan studi tentang pengaruh sistem manusia dengan komputer dengan struktur sosial. Misal: Dampak komputerisasi terhadap keberadaan seorang user disebuah perusahaan.
    Piranti (Alat) Bantu Pengembang Sistem
    Untuk mempercepat proses perancangan dan pengembangan antarmuka (interface) diperlukan piranti pengembangan sistem seperti pemrograman visual (Visual Basic, Visual Foxpro, Delphi, Visual C++ dan lain-lain)
    Keuntungan menggunakan piranti bantu adalah:
    1. Antarmuka yang dihasilkan menjadi lebih baik, misal:
    • Hasil rancangan sementara dapat dibuat prototipe dan diimplementasikan, bahkan sebelum aplikasinya ditulis.
    • Perubahan yang diinginkan pengguna dapat segera dilakukan karena antarmukanya mudah dimodifikasi.
    • Sebuah aplikasi dapat mempunyai lebih dari sebuah antarmuka.
    b. Program antarmukanya menjadi mudah ditulis dan lebih ekonomis dalam pemeliharaannya, misal
    • Program antarmuka menjadi lebih terstruktur dan lebih modular karena sudah dipisahkan dari aplikasinya.
    • Spesifikasi antarmuka menjadi lebih mudah dinyatakan, divalidasi, dan dievaluasi, serta dimodifikasi.
    Pengelompokan Piranti Bantu
    Berdasarkan fungsinya piranti bantu terbagi menjadi 2 yaitu:
    a. Piranti Bantu Aplikasi (application Software)
    Program yang biasa dipakai oleh pemakai untuk melakukan tugas-tugas, misalnya membuat dokumen, manipulasi photo dan membuat laporan. Contoh: Microsoft Office, Open Office, Corel Draw, Photoshop, dll
    b. Piranti Bantu Sistem (System Software)
    Program yang digunakan untuk mengontrol sumberdaya komputer seperti CPU dan hardware masukan/keluaran.
    Contoh: Windows XP, Linux, dll
    Strategi Pengembangan Antarmuka/Interface
    Secara garis besar pengembangan bagian antarmuka perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
    • Pengetahuan tentang mekanisme fungsi manusia sebagai pengguna komputer.
    • Informasi tentang ragam dialog, struktur, isi tekstual dan grafis, tanggapan waktu, kecepatan tampilan
    • Penggunaan prototipe yang disusun secara bersama-sama antara calon pengguna dan perancang sistem
    • Teknik evaluasi dengan menggunakan ujicoba sejumlah kasus, tanya jawab dan kuisioner.
    Sumber:
    Santosa, P. Insap. Ir. 2004, “Interaksi Manusia dan Komputer”, Andi Offset, Jakarta

    Selasa, 10 Januari 2012

    Cara Mudah untuk Meningkatkan Kecepatan Internet Modem GSM dan CDMA

    Kadang kala pasti ada saat dimana Kecepatan Internetmu LAMBAT, ditandai dengan lamanya buffering dan seringnya keluar PAGE LOAD ERROR. Saya punya trik untuk mempercepat koneksi internet kamu. Langsung aja ikuti langkah-langkah berikut :
    1. Klik Start >> Run
    2. Ketik dalam kotak kata-kata berikut : GPEDIT.MSC
    3. Klik OK
    4. Tunggu beberapa saat sampai keluar Group Policy
    5. Klik User Configuration >> Administrative Tempelates >> QoS Packet Scheduler
    6. Klik dua kali Limit Reservable Bandwidth >> Pilih Enabled
    7. Pada Bandwidth Limit (%), ubah angkanya menjadi 0 >> OK
    8. Tutup Jendela Policy
    Kemudian Copy Paste kan script dibawah ini pada NotePad:


    Windows Registry Editor Version 5.00

    [HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Dnscache\Parameters
    "CacheHashTableBucketSize"=dword:00000001
    "CacheHashTableSize"=dword:00000180
    "MaxCacheEntryTtlLimit"=dword:0000fa00
    "MaxSOACacheEntryTtlLimit"=dword:0000012d

    [HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters\Interfaces]
    "MTU"=dword:00001500

    [HKEY_USERS\.DEFAULT\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Internet]
    "MaxConnectionsPerServer"=dword:00000010
    "MaxConnectionsPer1_0Server"=dword:00000010

    [HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Internet]
    "MaxConnectionsPerServer"=dword:00000010
    "MaxConnectionsPer1_0Server"=dword:00000010

    [HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters]
    "DefaultTTL"=dword:00000080
    "EnablePMTUBHDetect"=dword:00000000
    "EnablePMTUDiscovery"=dword:00000001
    "GlobalMaxTcpWindowSize"=dword:00007fff
    "TcpMaxDupAcks"=dword:00000002
    "SackOpts"=dword:00000001

    "TcpWindowSize"=dword:00007fff
    "Tcp1323Opts"=dword:00000001

    [HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\ServiceProvider]
    "HostsPriority"=dword:00000001
    "LocalPriority"=dword:00000001
    "DnsPriority"=dword:00000001
    "NetbtPriority"=dword:00000001

    [HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Class\NetTrans]
    "MaxMTU"="1500"

    [HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\VxD\MSTCP]
    "DefaultRcvWindow"="3216"

    [HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\VxD\NWLink\Ndi\params\cachesize]
    @="64"

    [HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\VxD\NWLink\Ndi\params\maxconnect]
    "min"="2"
    "max"="128"


    dan simpan dengan nama tweakconnection.reg atau apa saja sesukamu di Desktop.
     
    "Selamat Mencoba".

    Penyebab Koneksi Internet Lambat

    Mungkin sering kali anda merasa jengkel dengan lambatnya koneksi internet anda , tapi apakah anda tahu bahwa ada penyebab dibalik itu semua. ini saya share sedikit tentang penyebab lambatnya koneksi internet Anda :

    • PC Anda memang lambat. Koneksi komputer jelas terpengaruh oleh lambatnya komputer. Semakin sehat hardisk, prosesor yang tangguh, motherboard yang stabil akan membuat browsing Anda semakin lancar. Secara default, jika komputer Anda "payah" saat membuka browser sebelum terkoneksi internet, apalagi kalau sudah terhubung pasti mirip "semut" bandwidth Anda.
    • Virus. Virus jelas dapat memperlambat bandwidth Anda. Banyak situs yang memang banyak mengadung virus, spam, mallware, dan lain-lain yang berbahaya. Kalau pertahanan komputer Anda cukup tangguh, maka RAM Anda tidak akan terbebani oleh ganasnya virus.
    • Cuaca. Cuaca buruk akan mengganggu jalannya koneksi wireless. Hal ini disebabkan, data yang diterima dari sumber (misalnya ISP) akan terhambat ke perangkat wireless Anda. Sehingga sumber koneksi harus mengulang beberapa kali.
    • Overload Traffic. Penuhnya lalu lintas data membuat switch, router, atau access point Anda "bingung". Tabrakan data-pun terjadi. Jika Anda pengguna jasa warnet, cobalah Anda gunakan internet pada jam disaat semua orang sedang istirahat. Misalnya antara jam 9 malam sampai jam 6 pagi.
    • Menumpuknya Sampah. Chace, browsing history, download history, cookies semua tersimpan dalam dalam browser anda. Sampah-sampah ini silahkan anda hapus. Jika Anda menggunakan Mozilla : [Tools] [clear private data] [clear private data now]. Jika Anda menggunakan Opera : [Tools] [delete private data] [delete]. Jika Anda menggunakan Internet explorer [Tools] [Internet Options] [delete cookies] [clear history].
    • Kabel longgar. Baiknya Anda memeriksa kabel modem atau kabel LAN Anda. Apakah kabel-kabel tersebut sudah tua, terjepit, atau malah terlipat.
    • Beloknya Antenna. Koneksi wireless sebaiknya harus LOS (searah). Antena yang berbelok akan menjauhkan sinyal Anda dari sumber internet. Ada baiknya posisi antenna milik Anda minimal 18 Meter dari tanah.
    • IP Conflict. Jika Anda pengguna jasa hotspot, sering kali IP conflict terlihat pada bagian bawah taskbar Anda. Hal ini disebabkan banyaknya pemakai atau sedikitnya DHCP yang di-share. Mohon konfirmasi kepada operator, barangkali ada yang "sengaja" membentrokkan IP agar dapat "merampok" bandwidth Anda.

    Minggu, 08 Januari 2012

    Banking Risk Assessment

    Resiko kredit (Credit risk) adalah merupakan suatu risiko kerugian yang disebabkan oleh ketidak mampuan (gagal bayar) dari debitur atas kewajiban pembayaran utangnya baik utang pokok maupun bunganya ataupun keduanya.

    Resiko pemberi pinjaman atas konsumen
    Kebanyakan pemberi pinjaman menggunakan cara penilaian kelayakan kredit mereka masing-masing guna membuat peringkat risiko konsumen lalu kemudian mengaplikasikannya terhadap strategi bisnis mereka. Dengan produk-produk seperti pinjaman pribadi tanpa jaminan atau kredit pemilikan rumah, kreditur akan mengenakan suku bunga yang tinggi terhadap konsumen yang berisiko tinggi dan sebaliknya. Pada pinjaman berulang seperti pada kartu kredit dan overdraft, risiko ini dikontrol dengan cara penetapan batasan kredit yang seksama. Beberapa produk mensyaratkan adanya jaminan yang biasanya dalam bentuk properti.

    Resiko pemberi pinjaman atas bisnis
    Debitur akan menawarkan biaya / keuntungan dari suatu pinjaman berdasarkan dari risiko dan suku bunga yang dikenakan, namun suku bunga ini bukan hanya satu-satunya metode kompensasi untuk risiko yang dihadapi. Perlindungan tambahan dalam bentuk pembatasan sebagaimana diatur dalam perjanjian kredit memungkinkan dilakukannya pengawasan oleh pemberi pinjaman (kreditur) atas peminjam (debitur) yaitu misalnya dalam bentuk : 
    • Pembatasan terhadap debitur atas tindakan-tindakan yang dapat memengaruhi keuangan debitur misalnya melakukan pembelian kembali saham, melakukan pembayaran deviden, atau melakukan peminjaman baru. 
    • Kewenangan untuk melakukan pengawasan atas utang dengan cara mensyaratkan adanya audit dan laporan keuangan bulanan. 
    • Hak kepada kreditur untuk meminta pelunasan seketika atas utang yang diberikannya apabila terjadi suatu peristiwa khusus ataupun apabila rasio keuangtan seperti utang / ekuiti menurun.
    Saat ini terdapat inovasi untuk melindungi kreditur dan pemegang obligasi terhadap risiko gagal bayar yaitu dalam bentuk kredit derivatif yang dikenal dengan istilah credit default swap. Dengan kontrak keuangan ini maka perusahaan dimungkinkan untuk membeli suatu perlindungan (proteksi) terhadap risiko gagal bayar dari pihak ketiga selaku penjual perlindungan. Penjual perlindungan ini memperoleh imbal jasa secara periodik sebagai bentuk kompensasi atas risiko yang diambil alih olehnya yaitu dalam bentuk kesepakatan untuk membeli tagihan tersebut apabila terjadi gagal bayar.

    Resiko yang dihadapi oleh bisnis
    Perusahaan menghadapi "risiko kredit" dalam hal misalnya perusahaan tidak menerima "pembayaran dimuka" secara tunai untuk produk atau jasa yang dijualnya. Dengan melakukan penyerahan barang atau jasa di depan dan menagih pembayaran kelak maka perusahaan menanggung suatu risiko selama tenggang waktu penyerahan barang atau jasa dengan waktu pembayaran.
    Beberapa perusahaan memiliki departemen risiko kredit yang bertugas untuk menilai kesehatan finansial dari konsumennya guna memutuskan pemberian kredit lebih lanjut atau tidak. Dalam hal ini dapat juga digunakan jasa pihak ketiga yaitu peruisahaan yang menyediakan jasa dibidang penilaian kredit dengan memberikan peringkat kredit seperti misalnya Moody's, Standard & Poor's, Fitch Ratings dan lainnya yang menyediakan informasi berbayar.
    Risiko kredit ini tidak dengan sungguh-sungguh dikelola oleh perusahaan kecil yang hanya memiliki 1 atau 2 konsumen saja, sehingga perusahaan ini sangat rentan terhadap masalah gagal bayar atau keterlambatan pembayaran oleh konsumennya.


    Resiko yang dihadapi individu
    Konsumen dapat menemui risiko kredit dalam bentuk langsung misalnya sebagai deposan di bank atau sebagai debitur. Mereka dapat juga menghadapi risiko kredit sewaktu melakukan transaksi dagang dengan cara penyerahan uang muka kepada mitra pengimbang misalnya untuk melakukan pembelian rumah atau penyewaan rumah. Karyawan dari suatu perusahaan juga amat tergantung pada kemampuan perusahaan dalam melakukan pembayaran gaji juga termasuk yang menghadapi risiko kredit dalam stausnya sebagai karyawan.
    Pada beberapa kasus, pemerintah menyadari bahwa kemampuan para individu ini untuk melakukan evaluasi atas risiko kredit sangat terbatas dan risiko ini dapat mengurangi efisiensi ekonomi sehingga pemerintah melakukan berbagai mekanisme dan langkah hukum guna melindungi konsumen terhadap risiko ini. Deposito bank pada beberapa negara dijamin dengan asuransi (hinga batasan nilai tertentu) untuk deposito individu / perorangan, yang secara efektif akan mengurangi risiko kredit mereka terhadap bank dan meningkatkan kepercayaan mereka menggunakan jasa perbankan.



    Evolusi Kesepakatan Basel dan Pengembangan Pengawsan Perbankan Berdasarkan Resiko

    I. BASEL I
      
    Regulasi keuangan periode tahun 1970 - an dan 1980 - an : 
    • Pemberian izin mendirikan lembaga keuangan
    • Pembatasan aktivitas yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan pada masing-masing institusi keuangan
    • Definisi dari rasio-rasio pada neraca dan persyaratan giro wajib nimimum atau menjaga tingkat 
    Dibutuhkan keragaman regulasi secara global yang menjadi acuan suatu regulator pada masing - masing negara. Munculnya Kesepakan Basel - basel accord. Th. 1974 dicetuskan komite basel – the basel committee. Juli 1988 Basel Committee merekomendasi : 
    • Perlunya lembaga perbankan (khususnya internationally active banks) memiliki modal minimum 8% untuk minimized insolvency dan memperkecil perbedaan kompetitif sehingga tercipta level of playing field.
    • Perhitungan permodalan menggunakan konsep “forward looking” yaitu menggunakan credit risk dalam portfolio perbankan yang berpotensi merugikan bank.
    Basel I menetapkan persentase modal yang harus dimiliki perbankan terhadap total asset tertimbang menurut risiko (risk-weighted assets = RWA), yaitu 8%. Perhitungan dilakukan dgn mengelompokkan aset bank ke dalam beberapa kategori risiko dan memberi bobot setiap kategori menurut jenis debitur :
    • 100% untuk corpotare loan
    • 50% untuk housing loan
    • 20% untuk bank - bank
    • 0-10% untuk pemerintah negara - negara OECD
    Penerapan Basel dikritik karena :
    1. Kategori pembobotan risiko sangat luas, sehingga tidak mencerminkan gradasi risiko kredit yang sebenarnya.
    2. Mengabaikan implikasi diversifikasi portfolio.
    3. Menciptakan pengaturan yang menempatkan bank pada posisi yang kurang menguntungkan dibanding pesaing non bank
    4. Belum mencakup perkembangan risiko keuangan dlm pasar modal.
    1996: Basel I disempurnakan dengan Market Risk Amendments yg menyesuaikan pengaturan capital requirements dengan memasukkan unsur market risk terkait dengan equity, debt, interest rate dan commodity risk :
    • Perlunya memasukkan market risk dalam perhitungan permodalan mengingat perbankan secara aktif terlibat dalam aktivitas pasar keuangan dengan berbagai risikonya antara lain interest rate risk dan foreign exchange risk.
    •  Memberikan peluang bagi perbankan mengembangkan model sendiri dlm mengukur market risk dgn persetujuan otoritas pengawas.
    II. Kelemahan Basel I
    • Pendekatan portofolio belum diakomodasi.
    • Netting belum diizinkan. 
    • Eksposur risiko pada pada Basel I diregulasi secara samar-sama.
    • Pendekatan Basel I memberikan  pembobotan pada bobot risiko aktiva yang sama terhadap semua pinjaman korporat tanpa memperdulikan peringkat kredit dari debitur.

    III. BASEL II
    • Dalam the market risk amendement in 1996 mengizinkan bank  menggunakan model internal untuk mengukur risiko kredit.
    • Komite Basel pada tahun 1999 meningkatkan kerja sama dengan bank utama dari Negara anggota dalam mengembangkan kesepakatan modal yang baru (capital accord).
    • Kenal dengan nama Kesepakatan Basel II.

    IV. Regulasi Tiga Pilar Kesepakatan Basel II

    • Pilar 1 – Kewajiban Penyediaan Modal Minimum
    Dalam pilar 1 ini bank diminta untuk mengkalkulasi modal minimum:
    1. Risiko Kredit
    2. Risiko Pasar, dan
    3. Risiko Operasional
    • Pilar 2 – Tinjauan Berdasarkan Regulasi
    1. Proses tinjauan berdasarkan regulasi  supervisory review yang diformalkan oleh pembuat kebijaksanaan berdasarkan praktek terbaik (best practice) yang berlangsung. 
    2. tinjauan pengawasan berdasarkan risiko dari Federal Reserve Board di Amerika Serikat dan Financial Services Authority diInggris.
    • Pilar 3 – Disiplin Pasar Yang Efektif
    1. Mengenai pilar disiplin pasar.
    2. Keterbukaan kepada public oleh bank.
    3. Membantu pemegang saham bank dan analisa pasar dan membawa peningkatan transparasi. 
    Sumber : xa.yimg.com/kq/groups/.../API_+Basel+I+and+Basel+II++v5.pptx

    Proses, Metodologi dan Alat Pada Manajemen Resiko

    Proses Manajemen Resiko
    • Proses manajemen risiko dimulai dengan aktivitas identifikasi risiko, yaitu mengenal dan memahami seluruh risiko yang sudah ada maupun yang mungkin timbul dari suatu aktivitas.
    • Setelah identifikasi risiko, selanjutnya melakukan pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko.
    • Pengukuran risiko dimaksudkan ini dimaksudkan untuk mengukur dan menilai dua hal yang terkandung dalam risiko : 
    1. Tingkat besar kecilnya kemungkinan terealisirnya risiko tersebut menjadi kerugian yang harus diderita,dan
    2. Tingkat besar kecilnya jumlah dan nilai kerugian, apabila ternyatanrisiko tersebut terealisir menjadi kerugian.
    • Pemantauan risiko dilakukan dengan evaluasi terhadap eksposur risiko, terutama yang bersifat material dan/atau yang berdampak
    • Hasil evaluasi terhadap eksposur risiko dilaporkan secara tepat waktu, akurat dan informatif yang selanjutnya digunakan oleh pihak pengambilan keputusan, termasuk tindak lanjut yang diperlukan yaitu berupa pengendalian risiko antara lain dengan cara penambahan modal, lindung nilai, dan teknik mitigasi risiko lainnya.

    Organisasi fungsional dibangun agar dapat : 
    1. Mengimplementasikan manajemen risiko secara efektif, 
    2. Mengembangkan budaya risiko, 
    3. Menetapkan kebijakan terhadap seluruh aktivitas pengambilan risiko secara jelas, khususnya mengenai pelimpahan wewenang dan tanggung jawab untuk seluruh lapisan organisasi yang terkait dengan manajemen risiko.
    Metode Manajemen Risiko
     
    Metode manajemen risiko digunakan setelah pembukaan posisi. Risiko utama dari metode manajemen adalah penyerahan order yang menahan kerugian.

    Stop-loss (secara literal artinya menghentikan kerugian) adalah suatu titik dimana seorang trader keluar dari pasar untuk menghindari situasi yang membawa bencana. Anda harus menentukan stop-loss ketika membuka posisi agar terhindar dari kerugian.

    Ada beberapa stop-signal (tanda berhenti):

    • Stop signal awal adalah menentukan jumlah setoran atau suku bunga dimana trader siap kehilangan. Ketika harga bergerak menuju titik ini dan mencapainya, maka posisi level tetap trader mendekati, dan bukan melebihi kerugian yang telah ditetapkan sebelumnya oleh trader.
    • Trailing stop signal adalah ketika harga bergerak menuju suatu posisi, dan stop signal ditentukan sesudahnya, sesuai dengan pilihan trader. Jika arahnya berubah, dan harga mencapai sinyal tersebut, trader keluar dari pasar dan berpotensi meraup keuntungan (tergantung pada harga ketika pergerakan dimulai).
    • Profit dismantling adalah ketika keuntungan murni telah diperoleh, dan posisinya telah ditutup.
    • Stop signals at times adalah ketika pada suatu waktu pasar tidak mampu mendapatkan keuntungan yang diharapkan, maka posisinya ditutup.

    Sumber :