Halaman

Sahabatku,tidak selalu orang yang diberi kesuksesan,kekayaan,kekuasaan,popularitas, kecantikan itu tanda ALLAH memuliakan merka,boleh jadi itu "istidraz" kesenangn sesaat yg membawa musibah panjang diakhirat kelak,dimana sbaliknya,kmiskinan,penyakit,cacat,pnderitaan,penin
dasan,ALLAH menghinakn merka,boleh jadi itu ujianNYA,ampunanNYA,derazat... disisiNYA, "susah sesaat didunia lalu bahagia selamanya di akhirat (QS al Fajr 15-16),SUBHANALLAH.

Jumat, 22 Maret 2013

Serba-serbi Masyarakat Kolonial Batavia

Judul: Batavia, Masyarakat Kolonial Abad XVII
Penulis: Henderik E Niemeijer
Penerbit: Masup Jakarta
Terbit: Juli, 2012


Memahami Jakarta pada masa kolonial yang kala itu masih disebut Batavia memang menarik. Pasalnya, dari situlah kita dapat melihat dimensi-dimensi sosiologis-politis yang kemudian membentuk Jakarta masa kini. Buku ini rasanya adalah salah satu referensi yang dapat menambah derajat pemahaman kita mengenai dimensi-dimensi tersebut.
Pada bagian awal buku ini pembaca mungkin akan terperangah mengetahui bahwa Batavia pada abad 17 ternyata tidak lebih dari sebuah kota perbudakan. Kala itu  perbudakan mendapat tempat yang subur karena memiliki payung legalitas dari pemerintah kolonial. Penyebabnya  pemerintah memiliki kepentingan untuk menempatkan pekerja murah untuk mengembangkan Batavia menjadi kota dagang.
Akibatnya budak tidak hanya didatangkan dari berbagai pulau di luar Jawa seperti Maluku, Sulawesi atupun Bali, melainkan juga dari luar negeri seperti India, Srilanka, hingga Filipina. Para budak ini kemudian diperjualbelikan oleh tuan-tuan mereka. Di kemudian hari kedatangan para budak di batavia memunculkan masalah kemasyarakatan tersendiri di Batavia, mulai dari pergundikan, kriminal, hingga kekerasan (hal. 31-57).
Kemunculan budak dan pendatang ke Batavia telah menjadikan kota ini sebuah kuali adukan (melting pot). Namun itu pun memunculkan potensi gesekan. Kehadiran kelompok etnis Cina misalnya, telah memicu konflik tersendiri. Salah satu yang tercatat dalam buku ini adalah kebiasaan berjudi yang kerap berujung pada keributan. Akibatya pemerintah harus membatasi perjudian.
Namun, situasinya menjadi dilematis. Pasalnya, di satu sisi, pemerintah yang berkuasa memperoleh pendapatan dari perjudian tersebut. Setiap rumah judi ataupun pesta-pesta yang menyelenggarakan perjudian, diharuskan menyerahkan semacam pajak kepada pemerintah Batavia.
Masalah lain yang juga sering muncul ke permukaan pada abad 17 adalah konflik antar pemeluk agama. Hal ini terjadi antara penganut Kristen dan Katolik. Kala itu para pendeta Kristen terang-terangan menolak misi yang dijalankan oleh pemuka agama Katolik. (hal. 239-254). Bahkan tanpa segan mereka menganggap ibadah ataupun ritus yang dipimpin oleh pemuka Katolik dianggap ilegal.
Hal yang harus dicatat mengenai hubungan antar pemeluk agama pada masa kolonial adalah kenyataan Islam yang terus berkembang dan memegang peranan penting. Bahkan kemudian pemerintah Hindia Belanda lebih membuka kesempatan untuk perkembangan Islam ketimbang agama Katolik.
Pada halaman 217-220 bahkan disampaikan bahwa Islam tidak dianggap sebagai “bahaya”, sebaliknya banyak ulama Islam yang dianggap dapat bekerja sama dengan pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa Islam memiliki posisi khusus.
Hal  berbeda dialami oleh praktik-praktik relijius yang dilakukan oleh etnis Cina. Dalam buku ini praktik keagamaan yang dilakukan oleh etnis Cina cenderung dianggap membuat keributan. Tidak mengherankan jika pemerintah perlu untuk melarang kegiatan tersebut.
Buku ini menarik untuk memahahami kehidupan masyarakat kolonial Batavia. Sayangnya, catatan yang banyak didasarkan pada dokumen administrasi pemerintahan ini, tidak diformulasi dengan cara yang lebih cair. Padahal cara yang lebih cair akan membuat pembaca lebih asyik mengikuti “perjalanan ke masa lalu” ini.
Simak saja buku Semerbak Bunga di Bandung Raya (1998) yang ditulis oleh Haryoto Kunto.  Banyak cerita dan fakta tentang Kota Bandung yang didasarkan pada literatur masa lalu, namun disampaikan dengan cara yang “renyah”, menawan , dengan bumbu-bumbu yang jenaka di sana-sini. Akhirnya, jadilah sebuah buku yang menarik untuk dinikmati.
SUMBER : http://ulas-buku.blogspot.com/

Sabtu, 02 Februari 2013

Menjadi Muslimah Cantik dan Cerdas

Setiap wanita adalah cantik. Dia terlahir indah dan telah menjadi fitrahnya untuk mencintai keindahan. Wanitapun juga suka melakukan banyak hal agar pesona kecantikannya semakin terpancar. Namun tahukah kita jika betapapun tingginya nilai kecantikan itu, tetap akan terasa hambar jika sebuah kecerdasan tidak diusahakan untuk dimilikinya?

Ketika seorang wanita tidak cerdas mendidik hatinya, maka siapapun pasti akan tahu bahwa tiada lagi kecantikan akhlak atasnya.

Ketika wanita tidak cerdas dalam berinteraksi dengan sesamanya, maka kecantikan tentang jati dirinya seakan diragukan oleh makhluk disekelilingnya.

Ketika kecerdasan itu tidak dia hadirkan dalam caranya berdialog atau berbicara, maka kecantikan juga dengan mudah lenyap dari dirinya, yang kemudian berganti dengan julukan penggosip dan atau perempuan kasar.

Ketika kecerdasan juga tidak ada dalam caranya berperilaku dalam kesehariannya, maka tidak akan ada pula kecantikan yang terpancar atas predikatnya sebagai seorang wanita. Sungguh, Kecerdasan tak hanya melulu dilihat dari kuatnya daya ingatnya atas sesuatu, atau hanya tercetak dalam lembaran catatan akademis, tapi lebih pada kesadaran wanita itu sendiri untuk menampilkan dirinya sebagai wanita dengan segenap nalurinya yang memang indah dan pantas untuk dihormati. Begitupun halnya dengan sebuah kecantikan. Kecantikan yang utama tidaklah hanya terbatas pada bagaimana caranya seorang wanita memoles muka, menuturkan bahasa dan atau menempatkan diri dalam pergaulannya. Namun kecantikan yang sesungguhnya terletak dalam cerdasnya dia menjaga diri dan kehormatannya. Yaitu, ketika seorang wanita cerdas dalam menata dirinya sesuai dengan aturan Allah subhanahu wata'ala. Jika hal tersebut dipenuhinya, maka kecantikan yang ada padanya tidak akan menjadi santapan liar laki- laki yang hanya melihat wanita tersebut dengan nafsu. Atau dengan kata lain wanita tersebut tidak akan hanya dibutuhkan oleh lelaki sebagai obyek yang hanya dilihat, dipikat, disikat, lalu ditinggal minggat, tetapi benar benar punya kelas dan partner handal untuk diajak berdebat.

Jadi, kecantikan dan kecerdasan bukanlah dua sisi yang harus dipilih namun harus digabungkan. Hal ini karena jika dua pesona itu bergabung dalam diri wanita, tentu saja hal itu akan menjadikan makhluk indah bernama wanita, terlihat semakin indah.

Memang, di dunia ini tidak ada kata sempurna, pun demikian halnya dengan kepemilikan sebuah kecerdasan dan keindahan dalam diri wanita. Namun percayalah, bahwa wanita yang mengusahakan agar kecerdasan dan kecantikan itu selalu ada dalam dirinya, tentu saja akan memiliki nilai lebih, dan akan nyaris mendekati sempurna. Selanjutnya, wanita seperti ini tentunya juga akan lebih mudah dipilih oleh laki- laki yang sholeh dari pada mereka yang hanya terlihat sibuk untuk tampil indah dengan rangkaian perhiasan bling bling di tubuhnya saja.

SUMBER: Syahidah/voa-islam.com

Minggu, 20 Januari 2013

Arduino Duemilanove dengan ATMega 328

Arduino adalah sebuah kit elektronik open source yang dirancang khusus untuk memudahkan setiap orang dalam belajar membuat robot atau mengembangkan perangkat elektronik yang dapat berinteraksi dengan bermacam-macam sensor dan pengendali.

Saat ini Arduino sangat populer di seluruh dunia. Banyak pemula yang belajar mengenal robotika dan elektronika lewat Arduino karena mudah dipelajari. Tapi tidak hanya pemula, para hobbyist atau profesional pun ikut senang mengembangkan aplikasi elektronik menggunakan Arduino. Bahasa yang dipakai dalam Arduino bukan assembler yang relatif sulit, tetapi bahasa C yang disederhanakan dengan bantuan pustaka-pustaka (libraries) Arduino.

Yang terbaru adalah Arduino Uno, berikut gambarnya

Anda dapat melihat lebih jauh tentang Arduino di website http://www.arduino.cc , di sana tersedia software Arduino yang dapat di download gratis baik untuk platform Windows, Mac, maupun Linux. Juga tersedia panduan, contoh-contoh program dan library-library yang memudahkan kita berinteraksi dengan bermacam-macam komponen elektronik, hardware dan software.

Mengapa Arduino?

Tentu saja ada banyak mikrokontroler maupun platform mikrokontroler tersedia, misalnya saja Basic Stamp-nya Parallax, BX-24-nya Netmedia, Phidget, MIT’s Handyboard dan lain sebagainya. Semua alat-alat tersebut bertujuan untuk menyederhanakan berbagai macam kerumitan maupun detil rumit pada pemrograman mikrokontroler sehingga menjadi paket mudah-digunakan (easy-to-use). Arduino juga menyederhanakan proses bekerja dengan mikrokontroler, sekaligus menawarkan berbagai macam kelebihan antara lain:
  • Murah - Papan (perangkat keras) Arduino biasanya dijual relatif murah (antara 125ribu hingga 400ribuan rupiah saja) dibandingkan dengan platform mikrokontroler pro lainnya. Jika ingin lebih murah lagi, tentu bisa dibuat sendiri dan itu sangat mungkin sekali karena semua sumber daya untuk membuat sendiri Arduino tersedia lengkap di website Arduino bahkan di website-website komunitas Arduino lainnya. Tidak hanya cocok untuk Windows, namun juga cocok bekerja di Linux.
  • Sederhana dan mudah pemrogramannya - Perlu diketahui bahwa lingkungan pemrograman di Arduino mudah digunakan untuk pemula, dan cukup fleksibel bagi mereka yang sudah tingkat lanjut. Untuk guru/dosen, Arduino berbasis pada lingkungan pemrograman Processing, sehingga jika mahasiswa atau murid-murid terbiasa menggunakan Processing tentu saja akan mudah menggunakan Arduino.
  • Perangkat lunaknya Open Source - Perangkat lunak Arduino IDE dipublikasikan sebagai Open Source, tersedia bagi para pemrogram berpengalaman untuk pengembangan lebih lanjut. Bahasanya bisa dikembangkan lebih lanjut melalui pustaka-pustaka C++ yang berbasis pada Bahasa C untuk AVR.
  • Perangkat kerasnya Open Source - Perangkat keras Arduino berbasis mikrokontroler ATMEGA8, ATMEGA168, ATMEGA328 dan ATMEGA1280 (yang terbaru ATMEGA2560). Dengan demikian siapa saja bisa membuatnya (dan kemudian bisa menjualnya) perangkat keras Arduino ini, apalagi bootloader tersedia langsung dari perangkat lunak Arduino IDE-nya. Bisa juga menggunakan breadoard untuk membuat perangkat Arduino beserta periferal-periferal lain yang dibutuhkan.
Bereksperimen dan berkreasi dengan Arduino memang mengasyikan. Jangan lupa mengunjungi website http://www.freeduino.org , di sini dimuat link-link contoh-contoh source code dan skema elektronik untuk dikoneksikan dengan Arduino.
Spesifikasi Arduino Duemilanove dengan ATMega 328:
  • Microcontroller ATmega328
  • Operating Voltage 5V
  • Input Voltage (recommended) 7-12V
  • Input Voltage (limits) 6-20V
  • Digital I/O Pins 14 (of which 6 provide PWM output)
  • Analog Input Pins 6
  • DC Current per I/O Pin 40 mA
  • DC Current for 3.3V Pin 50 mA
  • Flash Memory 32 KB of which 2 KB used by bootloader
  • SRAM 2 KB
  • EEPROM 1 KB
  • Clock Speed 16 MHz
Port-port yang biasanya menggunakan nama PORTA, PORTB dan seterusnya diganti dengan pin 1, 2, 3 dan seterusnya, lihat contoh program berikut ini..
/* Contoh program Arduino */
int ledPin = 13;                // LED dipasang pada pin 13

void setup()                    // dijalankan pada saat mulai
{
  pinMode(ledPin, OUTPUT);      // set pin sebagai output
}

void loop()                     // dijalankan terus menerus
{
  digitalWrite(ledPin, HIGH);   // nyalakan LED
  delay(1000);                  // tunggu satu detik
  digitalWrite(ledPin, LOW);    // matikan LED
  delay(1000);                  // tunggu satu detik
}

Sayangnya, ATMega328 dengan kapasitas 32KB tidak bisa penuh dengan program kita dikarenakan yang 2KB sudah dipakai untuk bootloader dari Arduino itu sendiri. Software IDE yang digunakan untuk menuliskan bahasa C-nya sudah disediakan dan bisa langsung konek dengan Arduino maupun varian dari Arduino itu sendiri.
Sumber : http://www.kelas-mikrokontrol.com/e-learning/mikrokontroler/pengantar-arduino.html

Senin, 17 Desember 2012

EYD ( Ejaan Yang Dibenarkan )


EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan. Ejaan sering kali tampaknya amat sederhana karena kesederhanaannya itulah orang sering melupakannya, padahal pedoman EYD, kamus, dan tata bahasa merupakan rambu-rambu untuk menuliskan bahasa tulisan baku.


Ejaan yang berlaku sekarang dinamakan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). EYD mulai diberlakukan tanggal 16 Agustus 1972. Ejaan yang ketiga dalam sejarah bangsa Indonesia ini memang merupakan  paya penyempurnaan ejaan sebelumnya yang sudah dipakai selama 25 tahun yang dikenal dengan nama Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi (Menteri PP dan K Republik Indonesia pada saat ejaan itu diresmikan pada tahun 1947).


Ejaan pertama bahasa Indonesia adalah ejaan Van Ophuijsen (nama seseorang guru besar Belanda yang juga memperhati bahasa), diberlakukan pada tahun 1901 oleh pemerintah Belanda yang berkuasa di Indonesia pada masa itu. Ejaan Van Ophuijsen dipakai selama 46 tahun, lebih lama dari ejaan republik, yang dikpakai selama 25 tahun. Ejaan Van Ophujsen baru diganti setelah 2 tahun Indonesia merdeka.
Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujuran dan bagaimana hubungan antara lambang-lambang itu atau pemisahan dan penggabungannya dalam suatu bahasa.
Ruang Lingkup Ejaan yang Disempurnakan:
  1. Pemakaian Huruf
  2.  Penulisan Huruf
  3. Penulisan Kata
Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih.
1. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik.

Contoh:
A.S. Surajuddin
Muh. Yamin
Djaja Hs.
M.B.A. master or business administration
M.Sc. master of science
S.E. sarjana ekonomi
Bpk. bapak
Sdr. saudara

2. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.
Contoh:
DPR – Dewan Perwakilan Rakyat
PT – Perseroan Terbatas
KTP – Kartu Tanda Penduduk

3. Singkatan umum yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Singkatan yang terdiri dari dua huruf diikuti tanda titik pada setiap hurufnya.
Contoh:
dll. – dan lain-lain
dsb. – dan sebagainya
sda. – sama dengan di atas
Yth. – Yang terhormat
a.n. atas nama (bukan a/n)
d.a. dengan alamat (bukan d/a)
u.b. untuk beliau (bukan u/b)
u.p. untuk perhatian (bukan u/p)

4. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik.
Contoh:
Cu (kuprum/timah)
TNT (trinitroluen)
cm (sentimeter)
Rp (rupiah)

Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.
1. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal sari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.
Contoh:
ABRI – Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
LAN – Lembaga Administrasi Negara
IKIP – Institut Keguruan Ilmu Pendidikan
2. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.
Contoh:
Akabri – Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
Bappenas – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
3. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.
Contoh:
pemilu – pemilihan umum
rapim – rapat pimpinan
Jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut:
1) Jumlah suku kata akronim jangan melebihi suku kata yang lazim pada kata Indonesia.
2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim.

SUMBER : KLIK DISINI



Selasa, 27 November 2012

Sistem Pengaman Rumah


Perkembangan teknologi komunikasi saat ini berkembang sangat pesat, salah satunya adalah handphone. Dengan alat ini kita dapat berkomunikasi jarak jauh dengan mudah dan alat ini dapat dibawa kemana saja, karena bentuk dan ukurannya yang kecil. Selain itu, handphone juga memiliki beragam fasilitas, seperti, Short Message Service (SMS), Multimedia Message Service (MMS), General Packet Radio Service (GPRS), Kamera, Ringtones,  dan lain sebagainya.
Dalam dunia Information Technology (IT) segala upaya dilakukan dengan membuat berbagai macam eksperimen, guna membuat suatu sistem yang baru dan semakin mempermudah kerja sistem tersebut. Diantaranya ada suatu sistem pengendali terhadap suatu peralatan yang berkembang saat ini. Sistem pengendali peralatan yang berkembang saat ini  adalah sistem untuk rumah tangga, perkantoran dan perkuliahan.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) terutama dalam teknologi komputerisasi dan komunikasi, telah banyak penemuan sistem-sistem komputer yang memanfaatkan media komunikasi, yaitu memanfaatkan fasilitas handphone, yang bertujuan guna memberikan kemudahan dalam hal pekerjaan, pengembangan dari sistem pengaman rumah berbasis sms.
Melihat perkembangan teknologi tersebut, tentunya teknologi komputer dan media komunikasi ini dapat kita gunakan dalam pengembangan sistem pengaman rumah, diharapkan sistem pengaman rumah yang berbasis GPRS ini dapat lebih terjamin lagi keamanannya, karena dalam sistem pengaman rumah yang ada sekarang ini, masih belum dapat memberikan jaminan keamanan bagi rumah kita, walaupun di dalam rumah kita telah terpasang sistem pengaman rumah, terkadang kita sering curiga akan keamanan rumah kita bila kita tinggal dalam keadaan kosong sampai berhari-hari, karena dalam proses kerja sistem ini, kita harus selalu berada dalam lingkungan rumah.
Dengan menimbang permasalahan diatas, maka sistem komputer juga dapat kita jadikan sebagai pengontrol pengaman rumah, dengan memanfaatkan fasilitas handphone yaitu fasilitas General Packet Radio Service (GPRS) dan Image Capturing, tentunya sistem pengaman rumah akan lebih terjamin lagi keamanannya, karena kita bisa mengontrol keadaan rumah tanpa harus selalu ada di dalam rumah, kita dapat memonitor keamanan rumah melalui handphone setiap kemungkinan kondisi bahaya yang terjadi.
Untuk mengontrol sistem pengaman rumah ini di perlukan suatu perangkat lunak yang di gunakan untuk mengatur nomor handphone sebagai penerima pesan, selain itu juga berfungsi sebagai display (tampilan) suhu dalam rumah, dan dengan memanfaatkan Image Capturing kita dapat mengaplikasikan gambar tersebut kedalam komputer, saluran Port Serial (DB9) dan USB sebagai interface antara (software) dan rangkaian (hardware).

SUMBER:  Iqbal Pratama.2008.Sistem Pengaman Rumah.Jakarta:Penulisan Ilmiah

Rabu, 17 Oktober 2012

XILINX

Xilinx ( Xilinx Foundation Series) adalah suatu perangkat lunak yang berguna untuk merancang dan mensimulasikan suatu rangkaian digital. Dengan menggunakan Xilinx proses perancangan suatu alat atau rangkaian digital melalui proses simulasi rangkaian yang telah dirancang untuk melihat apakah rancangan yang telah dibuat sudah benar atau masih mengandung kesalahan.

Sebenarnya tahapan atau proses perancangan alat atau rangkaian digital menggunakan Xilinx sama seperti merancang suatu rangkaian logika secara manual akan tetapi kelebihan menggunakan simulator Xilinx dapat diminimalisasi kesalahan pada proses perancangan. Sebelum mulai merancang rangkaian pada Xilinx minimal sudah dilakukan rancangan state diagram atau tabel kebenaran (truth tables) dari spesifikasi rangkaian atau alat yang ingin dibuat. Kalau tidak mempunyai rancangan tersebut, Xilinx tidak dapat membantu dalam merancang alat tersebut.
Xilinx ISE Terdapat 2 paket software, yaitu:
  1.  Xilinx ISE Design Suite.
  2. Xilinx ISE Webpack.
Menu dan ikon Menu Bar pada XILINX terdiri dari menu File, Edit, View, Project, Source, Process, Window, Help. Berikut ini akan dijelaskan mengenai berbagai fungsi dari setiap menu tersebut.
  1. File
    Menu file berfungsi untuk membuat, membuka, menyimpan, mencetak, hingga menutup suatu project . tool-tool yang terdapat dalam menu File sebagai berikut:
  • New Project : Untuk membuat lembar kerja project baru
  • Open project : Untuk membuka file project yang pernah kita buat
  • Close project : Untuk menutup project yang sudah sedang aktif
  • New : Untuk membuat lembar kerja baru
  • Close : Untuk menutup lembar kerja yang sudah sedang aktif
  • Save : Untuk menyimpan project yang sudah dikerjakan atau sedang dikerjakan.
  • Save as : Untuk menyimpan project yang sudah dikerjakan atau sedang dikerjakan dengan nama project baru.
  • Print Preview : Untuk melihat tampilan project sebelum dicetak
  • Print : Untuk mencetak project yang kita buat
  • Exit Untuk : keluar dari program XILINX
  1. Edit
    Menu Edit berfungsi untuk mengedit (melakukan perubahan dengan cara menambah, menghapus, memotong, menyalin, membatalkan, mengatur pemunculan objek, dan lain-lain. Berikut ini merupakan berbagai fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu Edit:
  • Undo : Untuk membatalkan perintah terakhir
  • Cut : Untuk memotong suatu objek seperti kata, kalimat, gambar dan memasukkannya ke clipboard atau dokumen lain.
  • Copy : Untuk meng-copy atau menyalin suatu objek ke dalam clipboard atau dokumen lain.
  • Paste : Untuk memunculkan suatu objek dari dalam clipboard atau dokumen lain.
  • Delete : Untuk menghapus format atau objek yang dipilih.
  • Find : untuk mencari mencari kata yang dikehendaki.
  1. View
    Menu View berfungsi untuk mengatur tampilan layar dari dokumen yang kita kerjakan. Berikut ini merupakan berbagai fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu View:
  • Toolbars : untuk menampilkan dan menyembunyikan toolbar-toolbar yang dikehendaki
  • Zoom in : untuk memperbesar tampilan
  • Zoom out: untuk memperkecil tampilan
  1. Help
    Salah satu fungsi Menu Help adalah memunculkan fasilitas help yang bisa membantu kita menyelesaikan masalah yang dihadapi pada saar menggunakan fasilitas XILINX, termasuk informasi mengenai suatu ikon. Untuk lebih jelasnya perhatikan fungsi dari tool-tool yang terdapat dalam menu Help berikut ini:
  • Help topics : untuk memunculkan fasilitas help yang bisa membantu kita menyelesaikan masalah.
  • About: untuk menampilkan informasi mengenai program Microsoft Word yang kita gunakan
  • Software manuals
  • Xilinx on the web
  • tutorials
  • update software product configuration
  • tip of the day
  • web update
Catatan: Dan masih banyak lagi dari menu bar yang lainnya.
Tools-tool yang biasa digunakan:
    1. Add I/O Marker: Untuk menggambar input/ output rangkaian
    2. Add Wire: Untk menggambar kabel penghubung atau BUS
    3. Select: Untuk mengatur letak rangkaian

Sabtu, 06 Oktober 2012

PERANAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA (BAHASA INDONESIA 1)

Pengertian bahasa
Secara umum bahasa didefinisikan sebagai lambang. Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia.

Manusia tidak dapat lepas dari bahasa. Terbukti dari penggunaannya untuk percakapan sehari-hari, tentu ada peran bahasa yang membuat satu sama lain dapat berkomunikasi, saling menyampaikan maksud. Tak hanya dalam bentuk lisan, tentu saja bahasa juga digunakan dalam bentuk tulisan.
Pemikiran seseorang tentunya akan lebih mendapat pengakuan ketika sudah “dituliskan” sehingga orang lain yang membaca akan mengetahui apa yang ingin disampaikan seorang penulis. Pada dasarnya seluruh kegiatan manusia akan sangat berkaitan erat dengan bahasa. Entah sekedar bercakap-cakap dengan teman, atau dalam kegiatan formal seperti sekolah, kuliah bahkan dalam pekerjaan. Filsafat juga tidak dapat lepas dari bahasa. Banyak filsuf yang justru mengawali pemikirannya dari problem bahasa. Tentunya bahasa disini bukan berarti sekedar mempelajari tata gramatikal bahasa ataupun bahasa asing, melainkan bagaimana pengertian seseorang dapat terpengaruh ‘hanya’ dari penggunaan kata-kata atau pemikiran. Sangat penting untuk dapat tetap berpikir kritis dalam mengerti ucapan seseorang maupun teks.
Teori-teori yang berkembang dalam filsafat bahasa inilah yang kemudian menjadi alat bagi setiap orang untuk dapat lebih mengeksploitasi sebuah pemikiran, baik yang terucapkan maupun dalam bentuk teks.Mungkin akan terkesan “ah, bahasa kan sama saja dengan perbincangan sehari-hari, apa susahnya sih? Toh, ucapan-ucapan itu bisa saja mudah dimengerti.” Memang kesannya bahasa tidak ada kaitannya dengan filsafat. Tapi Bahasa ternyata tidak hanya mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dengan orang lain, tetapi juga dapat menjadi hal yang kompleks. Sebuah perjanjian antar negara juga menggunakan bahasa yang disepakati pihak-pihak yang terkait agar tercapai kesepakatan. Tanda-tanda yang hadir dalam kehidupan kita sehari-hari juga bagian dari bahasa. Contoh, rambu-rambu lalu lintas tentu akan sangat tidak efisien jika dituliskan dalam bentuk huruf.
Para pengguna jalan tentu tidak akan sempat membaca tulisan-tulisan itu. Karena itu untuk mempermudah, dibuat simbol-simbol yang dikonvensikan dan dimengerti masyarakat. Lalu bagaimana dengan bahasa isyarat?

Ada orang-orang yang tentu tidak dapat menggunakan bahasa verbal, karen itu dibuatlah kode-kode khusus agar komunikasi tetap dapat berjalan dengan baik. Dan banyak kode-kode khusus lain yang dibuat untuk mempermudah menyampaikan sebuah pesan. Bahasa verbal pun ternyata tidak dapat diartikan secara harafiah begitu saja.
Ada kalanya sebuah teks atau percakapan akan menggunakan ‘kode-kode’ penyampaian. Misalkan dalam bahasa puisi. Ataupun politikus-politikus yang menggunakan kiasan-kiasan ketika berpidato atau sekedar menjawab pertanyaan-pertanyaan. Dari banyaknya peran bahasa ini, kita dapat melihat bahwa mengerti bahasa bukan hal yang mudah. Harus ada kekritisan dalam menerjemahkan sebuah pesan. Inilah pentingnya peran interpretasi. Tanpa interpretasi, tentunya semua akan mengalir dengan datar. Nampak membosankan bukan jika puisi ditulisakan sama dengan percakapan sehari-hari. Justru simbol-simbol yang ada semakin memperindah penggunaan bahasa.
Kudera dalam bukunya The Art of Novel mengatakan bahwa manusia akhir-akhir ini memiliki kecenderungan ‘malas’ menginterpretasi segala sesuatu. Semakin maju perkembangan zaman, manusia justru semakin terlihat pasrah menerima begitu saja segala sesuatu yang hadir. Tak ada keinginan untuk mengartikan tanda-tanda disekitarnya. Akibatnya, keberagaman hidup semakin berkuran. Ada kesan ingin menyeragamkan segalanya. Menyedihkan sekali jika suatu saat semua orang menjadi ‘robot’ yang tidak memiliki keunikan masing-masing. Hal ini terjadi akibat hilangnya sense seseorang untuk berani memaknai teks.
Ada tiga tipe orang-orang yang dianggap sebagai iblis pematian makna. Tipe pertama adalah orang-orang yang selalu menertawakan ide-ide baru. Tipe-tipe oang semacam ini yang seringkali menjatuhkan mental seseoarang yang ingin menyampaikan ide baru, dan tentu saja seperti oang-orang konservatif, mereka tidak menginginkan perubahan. Tipe yang kedua adalah orang-orang yang tidak mau mengartikan bahasa dan tanda yang ada, ibarat umat yang ‘dibodohi’ oleh nabinya, mereka menurut begitu saja pada dogma yang disampaikan oleh sang nabi. Hal ini sangat berbahaya terutama bagi kreatifitas. Tanpa imajinasi tentunya tidak akan ada keberagaman hidup. Dan tipe yang terakhir adalah tipe orang-orang yang hanya meniru yang sudah ada. Ketiga tipe inilah yang seharusnya dihindari oleh setiap orang agar perkembangan bahasa, tanda, dan pemaknaan menjadi lebih beragam.Filsafat mencoba membawa bahasa pada pembahasan yang lebih kritis.

Ada beberapa poin yang dapat dikaitkan dengan bahasa. Antara lain dengan.
  1. Akal, yang sangat erat dengan logika. 
  2.  Makna dan interpretasi, yang merupakan bagian yang sudah melekat dengan bahasa 
  3. Konvensi, karena tanpa konvensi bahasa tidak ada artinya karena tidak dimengerti oleh semua orang. 
  4. Dimensi bahasa obyektif, dapat dimengerti oleh semua untuk mengatasi ruang dan bersifat universal dan ilmiah. 
  5. Intertekstualitas, bagaimana teks-teks lain saling mempengaruhi pemahaman seseorang. Dan dari sinilah kita kemudian dapat mencoba menganalisa sebuah teks atau tanda dengan aliran-aliran yang berkembang dari filsafat bahasa

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
Fungsi utama bahasa, seperti disebutkan di atas, adalah sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi informatif). Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi:
  • untuk tujuan praktis: mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
  • untuk tujuan artistik: manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.
  • sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
  • untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama kebudayaan dan adat-istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis).

Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan, yaitu  sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa negara. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi:

  • sebagai lambang kebanggaan nasional 
  • sebagai lambang identitas nasional,   
  • sebagai alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang sosiala budaya dan bahasanya. 
  • sebagai alat perhubungan antarbudaya dan antardaerah.

Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi :
  1. sebagai bahasa resmi negara 
  2. sebagai pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan 
  3. sebagai bahasa resmi di dalam perhubungan tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan  pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan. 
  4. sebagai bahasa resmi di dalam pembangunan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.

SUMBER: